Memilih yang Terbaik dari Segala yang Baik

Motivasi Sukses | Inspirasi | Bahagia | Kejatuhan dan kegagalan adalah hal yang lumrah dan di alami setiap orang dalam perjalanan menuju kesuksesan. Seringkali saat jatuh, kita membutuhkan seseorang yang menjadi tempat sandaran. Tempat sandaran yang paling tepat adalah seorang sahabat.

Saya memiliki seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri. Segala hal yang menjadi ganjalan saya selalu saya tumpahkan kepada sahabat saya. Sahabat adalah tempat anda untuk berbagi berbagai sukacita dan dukacita. Tanpa adanya seseorang yang menjadi tempat sandaran yang tepat maka mustahil pribadi tersebut dapat bertaahan menghadapi segala persoalan yang terjadi.

Anda dan saya harus dapat membedakan kualitas dari seorang sahabat. Sahabat pastilah seseorang yang memberikan arti positif dalam segala situasi. Namun anda pun harus bijaksana dalam memilih saran dari sahabat-sahabat anda. Setiap saran sahabat pastilah baik namun anda harus mampu memilih yang terbaik. Menurut saya ada 2 jenis sahabat yang dimiliki oleh suatu pribadi :

  1. Sahabat yang menyemangati anda selalu dalam kondisi apapun
  2. Sahabat yang selalu menyarankan anda untuk mencari sesuatu yang baru agar anda dapat maju

Setiap alasan yang ada di ke dua point ini bertujuan baik bagi diri anda dan saya. Kedua jenis sahabat ini selalu ada di saat suka maupun duka anda. Bahkan ke dua sahabat inilah yang tidak akan pernah menyerah dalam memperjuangkan mimpidan cita-cita anda. Hanya saja “Beda orang beda kepala. Beda kepala beda pemikiran”. Apabila anda memiliki lebih dari 1 sahabat maka anda pasti pernah mengalami suatu dilema seperti ini. Bagaimana caranya agar anda dapat memeilih yang terbaik dari semua saran baik sahabat anda?

  1. Libatkan orang tua anda dalam memutuskan – Meskipun orang tua anda kurang mengerti persoalan anda, intuisi orang tua terhadap anaknya bisa sangat menolong. Coba anda jelaskan permasalahan anda dan saran yang sedang anda dapatkan kepada orang tua anda dan biarlah orang tua anda yang membantu memilih untuk anda. Orang tua kita juga manusia, bisa saja mereka salah namun melibatkan mereka dalam permasalahan anda tentang suatu dilema akan cukup membantu anda.
  2. Mencari saran ketiga dari orang yang pernah mengalami rintangan yang sama – Saran ketiga dari orang yang pernah mengalami biasanya bisa menjadi solusi jitu dalam menangani masalah anda namun pada prakteknya terkadang meskipun masalahnya sama, kondisi dan situasi saat ia dan anda mengalaminya mungkin berbeda sehingga mash memungkinkan terjadi kesalahan. Tidak ada salahnya belajar dari pengalaman orang lain, tergantung dari anda dalam menerapkannya di rintangan anda sendiri.
  3. Belajar mensimulasikan diri untuk mempertajam insting – Terkadang insting pribadi yang tajam bisa menjadi penentu yang luar biasa dalam mengambil keputusan. Insting terbentuk dari banyaknya pengalaman yang dimiliki seseorang dalam hidupnya. Namun bagi anda yang masih muda, anda dapat mencoba memejamkan mata sejenak dan mulai mensimulasikan apabila anda menangani masalah tersebut menggunakan setiap saran yang ada seakan-akan segala peristiwa tersebut sudah terjadi. Awalnya mungkin bisa meleset namun seiring berjalannya waktu, anda dapat meminimalisir segala kemungkinan resiko yang terjadi dalam penyelesaian permasalahan anda.

Semua saran sahabat pastilah baik adanya. Namun alangkah baiknya bagi anda untuk dapat memilih yang terbaik dari semua saran yang baik.

Terima Kasih

Salam Sukses

Timothy Ethelbert

Ngobrol bersama saya?

Instagram : timothyethelbert

Facebook : https://www.facebook.com/timothyethelbert30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *